14 Nov 2023
Percutaneous Coronary Intervention (PCI)
Aterosklerosis merupakan endapan yang terdapat di dalam pembuluh darah koroner jantung dan pembuluh darah koroner jantung dan pembuluh darah utama dari hasil proses selama bertahun-tahun. Awalnya proses ini tidak menimbulkan gejala secara klinis, sehingga pasien penderita PCI umumnya tidak akan merasakan apa yang terjadi didalam dinding pembuluh darahnya.
Seperti tindakan kateterisasi, prosedur PCI juga hanya menggunakan pembiusan/anastesi lokal di kulit. Akses pembuluh darah bisa di pergelangan tangan ataupun di pangkal paha. Setelah dipasang selongsong (sheath) di pembuluh darah kaki atau tangan, maka kateter akan dimasukan sampai pada pembuluh darah koroner jantung. Kateter yang digunakan mempunyai diameter lumen yang lebih besar dibandingkan dengan kateter yang digunakan untuk kateterisasi jantung. Untuk masuk ke pembuluh darah koroner yang menyempit, harus dipandu dengan menggunakan guide wire dengan ukuran sangat kecil, yaitu 0,014 inchi.
Setelah guide wire ini melewati daerah penyempitan, baru dilakukan pengembangan (inflasi) balon pada daerah yang menyempit. Setelah pembuluh darah terbuka, biasanya akan dilanjutkan dengan pemasangan stent (gorong-gorong) dengan tujuan untuk mempertahankan pembuluh darah tersebut tetap terbuka.
Ada 2 jenis stent yang ada di pasaran, yaitu stent tanpa salut obat (bare metal stent) dan stent dengan salut obat (drug eluting stent). Stent yang telah terpasang ini akan tertinggal di pembuluh darah koroner dan lama kelamaan akan bersatu dengan pembuluh darah koroner tersebut.
Persiapan Sebelum Tindakan PCI
- Melakukan pemeriksaan Laboratorium darah
- Melakukan pemeriksaan EKG
- Foto dada (rontgen)
- Puasa selama 4 - 6 jam sebelum tindakan dilakukan, minum obat seperti biasa
- Mendapat penjelasan tentang prosedur tindakan
- Melakukan persetujuan tindakan (informed consent)
- Dilakukan pemasangan infus pada bagian lengan tangan kanan/kiri
Perawatan Pasien PCI
- Pasien diperbolehkan makan/minum seperti biasa
- Kaki area tindakan tidak boleh ditekuk selama 12 jam
- Apabila tindakan dari lengan 4 jam setelah tindakan tangan, tidak boleh ditekuk ataupun menggenggam
- Bila tidak ada komplikasi atau kelainan lainnya, pada keesokan harinya bisa diperbolehkan untuk pulang
- Biasanya tindakan ini hanya diperlukan masa perawatan selama 3 hari. Sehingga biasanya pasien sudah diperbolehkan pulang pada hari ketiga
Recent News
25 Jan 2024
05 Jan 2024